Bolmong, KB.news- Di tengah kondisi Desa Solimandungan yang masih dipenuhi lumpur pascabanjir bandang, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Bolaang Mongondow turun langsung menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak, Jumat (29/5/2026).
Bantuan dipimpin Ketua DPC PKB Bolmong, Sutarsi Mokodompit, bersama dua kader PKB yang juga anggota DPRD Bolmong, yakni Arman Mamonto dan Amri Modeong. Mereka mendatangi lokasi bencana untuk menyerahkan berbagai kebutuhan pokok kepada warga yang masih berjuang memulihkan kondisi rumah dan lingkungan.
Adapun bantuan yang disalurkan berupa beras, mi instan, telur, minyak goreng, hingga air mineral. Bantuan tersebut diserahkan melalui posko penanganan bencana untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir bandang.
Sutarsi Mokodompit mengatakan, kehadiran PKB Bolmong di lokasi bencana merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang sedang mengalami musibah.
“Bencana ini menjadi tanggung jawab bersama. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban masyarakat serta menjadi penyemangat agar warga tetap kuat dan bangkit kembali,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi sosial, hingga dunia usaha untuk terus memperkuat semangat gotong royong dalam membantu korban bencana di Kecamatan Bolaang.
Diketahui, banjir dan banjir bandang beberapa hari lalu menerjang empat desa di Kecamatan Bolaang, yakni Desa Solimandungan I, Solimandungan II, Solimandungan Baru, dan Desa Komangaan. Bencana dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Bolaang Mongondow selama beberapa hari berturut-turut.
Berdasarkan data BPBD Bolaang Mongondow, sebanyak 181 kepala keluarga atau 601 jiwa terdampak akibat meluapnya Sungai Botuk. Selain merendam permukiman warga, banjir juga membawa material lumpur, batu, dan kayu yang menyebabkan kerusakan di sejumlah titik.
Saat ini proses pemulihan masih terus dilakukan. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat bergotong royong membersihkan rumah warga serta fasilitas umum agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.






