Pemkot Kotamobagu Imbau Warga Tak Lakukan Panic Buying BBM

Kotamobagu, KB.news- Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan menyusul antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.

Pemkot memastikan kondisi stok BBM di wilayah Kotamobagu masih dalam keadaan aman. Karena itu, masyarakat diminta tidak terpengaruh informasi yang dapat memicu kepanikan dan melakukan pembelian dalam jumlah berlebihan.

Bacaan Lainnya

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Kotamobagu, Noval Manoppo, mengatakan ketersediaan BBM berdasarkan informasi dari PT Pertamina Patra Niaga Wilayah Sulawesi masih normal.

“Masyarakat kami minta tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Stok BBM di wilayah Kota Kotamobagu masih aman, sehingga tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan,” ujar Noval.

Menurutnya, kepanikan justru dapat memperpanjang antrean di SPBU. Pembelian atau pengisian BBM secara berulang oleh sebagian pengendara berpotensi membuat masyarakat lain yang membutuhkan BBM tidak memperoleh kesempatan yang sama.

“Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pengisian berulang kali jika memang tidak diperlukan. Dengan begitu, ketersediaan BBM bisa dimanfaatkan secara merata oleh masyarakat,” katanya.

Untuk mencari solusi atas antrean panjang yang terjadi, Pemkot Kotamobagu juga melakukan koordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga Wilayah Sulawesi.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat menghasilkan langkah taktis untuk menangani kondisi di lapangan sekaligus menjaga kelancaran distribusi BBM kepada masyarakat.

Selain itu, Pemkot Kotamobagu bersama Polres Kotamobagu dan Kodim 1303/Bolmong turut melakukan pengawasan di sejumlah SPBU.

Pengawasan dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok sekaligus memantau proses penyaluran BBM agar berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kami akan terus melakukan pengawasan terhadap stok maupun penyalurannya. Ini penting untuk memastikan distribusi berjalan lancar, penyaluran merata, dan antrean panjang yang terjadi beberapa hari terakhir dapat diurai,” pungkas Noval.*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *