Gorontalo, KB.news- Kebijakan Pemerintah Kota Gorontalo memindahkan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke Bank Tabungan Negara (BTN) mulai menuai keluhan dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Sejumlah pegawai mengaku mengalami kesulitan dalam mengakses layanan perbankan, mulai dari keterbatasan ATM hingga kendala pada aplikasi perbankan.
Keluhan tersebut ramai diperbincangkan setelah beberapa ASN mengaku kesulitan melakukan transaksi, terutama saat hendak menarik uang tunai. Di beberapa titik di Kota Gorontalo, keberadaan ATM BTN dinilai masih terbatas dibanding bank lain yang sebelumnya digunakan.
Selain itu, mengutip pemberitaan gorontaloseru.com sebagian ASN juga menyoroti kendala pada aplikasi mobile banking BTN yang dianggap belum sepenuhnya stabil bagi pengguna baru. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan infrastruktur layanan sebelum kebijakan pemindahan RKUD diterapkan.
Salah seorang kerabat ASN Kota Gorontalo, Husain, menilai, persoalan seperti ini seharusnya bisa diantisipasi sejak tahap perencanaan. Pemerintah daerah dinilai perlu melakukan kajian menyeluruh, termasuk kesiapan jaringan layanan perbankan dan kemudahan akses bagi ribuan ASN yang akan menjadi pengguna.
“Perpindahan RKUD bukan sekadar keputusan administratif. Dampaknya langsung dirasakan oleh ribuan pegawai dan juga aktivitas keuangan daerah. Karena itu, kesiapan infrastruktur bank mitra harus dipastikan terlebih dahulu,” ujar Husain.
Situasi ini kemudian memunculkan pertanyaan di ruang publik: apakah langkah Wali Kota Gorontalo dalam memindahkan RKUD sudah melalui pertimbangan yang matang, atau justru ada aspek yang terlewat dalam proses pengambilan keputusan? Publik berharap bahwa di balik cerita pemindahan RKUD ini bukanlah karena faktor emosional dari sang pemimpin.*






