Genap Setahun, Pemerintahan Weny–Rendy Perkuat Tata Kelola dan SDM Unggul

Kotamobagu, KB.news- Memasuki Februari 2026, duet kepemimpinan Wali Kota Weny Gaib dan Wakil Wali Kota Rendy Mangkat genap menapaki satu tahun masa jabatan di Kota Kotamobagu. Mengusung slogan “The Winner”, keduanya menjalankan roda pemerintahan di tengah tantangan efisiensi anggaran dan keterbatasan fiskal daerah.

Satu tahun kepemimpinan ini dimaknai bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi atas konsistensi tata kelola pemerintahan yang tetap berjalan efektif di tengah kebijakan pengetatan belanja daerah.

Bacaan Lainnya

Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kotamobagu, Sahaya Mokoginta, S.STP., M.E., menjelaskan bahwa pemerintah menerapkan strategi efisiensi yang terukur tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik.

“Langkah yang kami lakukan adalah penajaman skala prioritas dan rasionalisasi belanja yang kurang produktif. Perencanaan difokuskan pada kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar keinginan,” ujarnya.

Menurut Sahaya, setiap program kini melalui proses evaluasi ketat agar setiap anggaran yang dikeluarkan benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Pendekatan ini menjadi fondasi dalam menjaga stabilitas pembangunan selama satu tahun terakhir.

Di tengah keterbatasan fiskal, terdapat lima sektor yang menjadi prioritas dan tidak boleh mengalami penurunan kualitas. Kelima sektor tersebut meliputi peningkatan kualitas pelayanan publik agar birokrasi semakin responsif, pembangunan infrastruktur dasar yang menunjang mobilitas warga, penguatan ekonomi kerakyatan dan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah, pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul sebagai investasi jangka panjang.

“Efisiensi bukan berarti mengurangi komitmen pelayanan. Justru ini mendorong tata kelola yang lebih cermat, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.

Selain penguatan prioritas, inovasi birokrasi juga menjadi kunci. Aparatur sipil negara (ASN) dituntut lebih adaptif dan solutif dalam merespons kebutuhan masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, sektor swasta, hingga partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pembangunan Kota Kotamobagu.

Pemerintah menyadari masih terdapat berbagai pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan. Namun, satu tahun pertama kepemimpinan Weny–Rendy diyakini menjadi fondasi penting untuk memperkuat arah pembangunan jangka menengah ke depan.

Dengan integritas dan kolaborasi seluruh elemen daerah, tantangan fiskal diharapkan dapat dilalui secara bertahap demi mewujudkan kemajuan Kota Kotamobagu yang berkelanjutan.*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *