BOLSEL, KabarBMR.News- Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) resmi memulai transisi pola kerja birokrasi dengan menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN) pada awal tahun anggaran 2026.
Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Bupati Bolsel, Iskandar Kamaru, dalam Apel Kerja Perdana di Alun-alun Molibagu, Kecamatan Bolaang Uki, Senin (5/01/26).
Iskandar menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk fleksibilitas kerja pemkab dengan skema pembagian dua hari WFA, yakni setiap Senin dan Selasa, sementara sisanya bekerja secara luring di kantor.
“Mulai tahun ini, kita terapkan WFA agar kerja lebih fleksibel namun tetap produktif. Namun, OPD yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik wajib tetap di kantor demi pelayanan optimal bagi masyarakat,” ujar Iskandar di hadapan jajaran ASN dan pejabat tinggi pratama.
Meski bekerja secara daring, Iskandar menekankan bahwa pengawasan disiplin tidak melonggar. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diwajibkan mengikuti apel pagi dan sore secara virtual serta tetap mematuhi ketentuan seragam kerja yang berlaku.
Iskandar menegaskan bahwa perubahan pola kerja ini merupakan buntut kebijakan efisiensi anggaran yang ditetapkan pada Tahun 2025 kemarin.
“Efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan semangat, kinerja, dan komitmen kita. Justru di tengah keterbatasan, kita dituntut bekerja lebih cerdas, lebih tertib, dan lebih bertanggung jawab,” tegasnya.
Selain soal WFA, Bupati juga menginstruksikan percepatan penyelesaian Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025. Ia mematok target dokumen pertanggungjawaban harus rampung pada akhir Februari 2026, mengingat pemeriksaan BPK akan segera dimulai dan memasuki bulan suci Ramadan pada Maret mendatang.
Dalam kesempatan yang sama, Iskandar mengapresiasi rampungnya pembangunan RSUD Bolsel dan meminta tenaga kesehatan meningkatkan standar pelayanan.
Di sektor jaminan sosial, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan di Bolsel juga dilaporkan meningkat sebanyak 3.000 orang, sehingga kini total menjangkau sekitar 18.000 pekerja.
Apel perdana tersebut diakhiri dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh para pejabat tinggi pratama serta penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemkab Bolsel dengan sejumlah instansi mitra.






