Kotamobagu, KB.news- Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu terus memperkuat tata kelola keuangan desa dengan mendorong pemanfaatan teknologi informasi melalui Sistem Keuangan Desa (Siskeudes).
Adaoun langkah ini dilakukan guna menciptakan pengelolaan keuangan yang lebih transparan, akuntabel, dan tertib administrasi.
Saat ini, sejumlah pemerintah desa di Kotamobagu mulai melakukan persiapan teknis, termasuk pembuatan akun dan pemenuhan kebutuhan sistem sebagai tahap awal implementasi Siskeudes.
Upaya ini menjadi bagian penting dalam proses transformasi menuju sistem keuangan desa berbasis digital.
Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, menegaskan bahwa digitalisasi merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana desa. Ia juga menargetkan penerapan transaksi non-tunai dapat segera direalisasikan dalam pengelolaan keuangan desa tahun ini.
“Digitalisasi ini penting agar setiap penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel. Selain itu, sistem non-tunai juga akan meningkatkan efisiensi administrasi,” ujarnya.
Menurutnya, Siskeudes memungkinkan seluruh proses pengelolaan keuangan desa dilakukan secara sistematis, mulai dari perencanaan, penganggaran hingga pelaporan.
Hal ini diharapkan mampu mempermudah aparatur desa dalam menjalankan tata kelola keuangan yang lebih baik.
Pemkot Kotamobagu juga terus melakukan pendampingan dan koordinasi dengan pemerintah desa agar implementasi sistem berjalan optimal.
Upaya ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong transformasi digital hingga ke tingkat desa.
Ke depan, Pemkot tidak hanya fokus pada pengelolaan keuangan, tetapi juga akan mengembangkan konsep desa digital secara menyeluruh.
Ini mencakup digitalisasi layanan administrasi, penguatan sistem informasi desa, hingga peningkatan transparansi data pemerintahan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kotamobagu, Chelsia Paputungan, menyampaikan bahwa pihaknya tengah memastikan seluruh desa segera menerapkan sistem tersebut.
Saat ini, beberapa desa sudah mulai membuka rekening di Bank SulutGo sebagai bagian dari persiapan implementasi.
“Seluruh desa diwajibkan menerapkan sistem pengelolaan keuangan digital ini. Kami terus melakukan pendampingan agar prosesnya berjalan lancar,” ujarnya.*






