Bolmong, KB.news- Banjir bandang yang melanda Desa Solimandungan II, Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), beberapa waktu lalu meninggalkan dampak serius bagi sektor pertanian.
Sejumlah petani jagung dan kakao di desa tersebut terancam gagal panen setelah lahan mereka tertimbun material banjir.
Sangadi Desa Solimandungan II, Bebi Balongko, mengatakan kerusakan paling parah dialami tanaman jagung dan kakao yang selama ini menjadi sumber penghasilan utama masyarakat.
“Tanaman jagung dan kakao milik warga mengalami kerusakan berat akibat tertimbun material yang terbawa banjir. Kondisi ini membuat para petani terancam gagal panen,” kata Bebi saat ditemui di lokasi terdampak.
Menurutnya, material berupa lumpur, batu, dan kayu yang terbawa arus deras menutupi sebagian besar area perkebunan warga. Akibatnya, tanaman yang telah memasuki masa produktif tidak lagi dapat diselamatkan.
Meski demikian, pemerintah desa hingga saat ini masih belum dapat memastikan jumlah petani maupun luas lahan yang terdampak. Pendataan akan dilakukan setelah kondisi di lapangan mulai stabil.
“Kami masih fokus pada upaya pemulihan pascabencana dan penyaluran bantuan kepada warga terdampak. Untuk pendataan kerugian sektor pertanian akan dilakukan secara bertahap,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bebi berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian khusus kepada para petani yang terdampak banjir, termasuk bantuan bibit dan program pemulihan lahan pertanian.
Dan hingga kini, warga bersama pemerintah desa masih melakukan pembersihan material banjir yang menumpuk di berbagai titik.*






