Bolmong, KB.news– Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sektor pertanian melalui penguatan hilirisasi komoditas lokal.
Hal itu ditandai dengan pembukaan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) penelitian disertasi yang digelar pada Kamis (6/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Bolmong, Rio Lombone, yang hadir mewakili Bupati Bolmong.
FGD merupakan bagian dari penelitian disertasi mahasiswa Program Doktor (S3) Universitas Hasanuddin, Elvi Pobela. Penelitian itu mengangkat tema “Model Integrasi Kolaborasi Pentahelix dalam Menunjang Hilirisasi Komoditas Nanas di Kabupaten Bolaang Mongondow.”
Dalam sambutannya, Rio Lombone mengatakan bahwa nanas merupakan salah satu komoditas pertanian yang telah lama menjadi andalan masyarakat Bolmong, khususnya di Desa Lobong. Potensi tersebut dinilai memiliki nilai ekonomi yang besar apabila dikelola secara berkelanjutan melalui kolaborasi berbagai pihak.
Ia menjelaskan, masyarakat Desa Lobong telah mengembangkan sejumlah produk olahan berbasis nanas melalui pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Langkah itu menjadi bukti bahwa komoditas nanas tidak hanya memiliki nilai jual sebagai buah segar, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah melalui proses hilirisasi.
“Komoditas nanas sudah lama menjadi salah satu produk unggulan di Bolaang Mongondow, terutama yang berasal dari Desa Lobong. Bahkan, masyarakat telah memanfaatkannya menjadi berbagai produk UMKM,” ujar Rio.
Meski demikian, ia mengakui pengembangan komoditas nanas saat ini menghadapi sejumlah tantangan. Perubahan pemanfaatan lahan serta berbagai faktor lainnya menjadi perhatian yang perlu dicarikan solusi agar potensi nanas tetap terjaga dan mampu menjadi sumber peningkatan ekonomi masyarakat.
Melalui penelitian tersebut, diharapkan lahir rekomendasi yang mampu memperkuat sinergi pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media dalam mendorong hilirisasi komoditas nanas di Kabupaten Bolaang Mongondow sehingga mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi daerah.*






