Kotamobagu, KB.news- Generasi muda di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) didorong untuk memanfaatkan perkembangan teknologi digital secara produktif dalam mendukung pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Bolmong, Ofriyanto Laures, S.H., saat menjadi pemateri pada Pelatihan Tunas 1 dan 2 Pimpinan Cabang (PC) Tidar Bolmong di Hotel Sutan Raja Kotamobagu, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Peran Pemuda dalam Memaksimalkan Digitalisasi dan Informasi Sosial Media” dan diikuti peserta Tidar Bolmong.
Dalam pemaparannya, Ofriyanto mengatakan perkembangan teknologi memberikan peluang bagi pemuda untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan. Menurutnya, pemuda tidak hanya dituntut mampu menggunakan teknologi, tetapi juga dapat memanfaatkannya untuk menghasilkan karya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pemuda di era digital bukan hanya pengguna teknologi, tetapi penggerak perubahan masyarakat,” ujar Ofriyanto.
Ia menjelaskan, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuan, mengembangkan kreativitas, membangun jaringan serta memperkenalkan berbagai potensi daerah.
Potensi tersebut, kata dia, mencakup produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), destinasi wisata, kesenian hingga aktivitas masyarakat.
Ofriyanto mencontohkan budaya Ogoh-Ogoh di Dumoga yang dinilai memiliki nilai budaya dan berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari promosi wisata budaya dan religi.
Selain itu, pelaku UMKM di desa juga dapat memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan produk dan memperluas jangkauan pasar.
“Pemuda memiliki posisi strategis untuk membantu mengangkat berbagai potensi tersebut melalui konten yang kreatif dan informatif,” katanya.
Di sisi lain, Ofriyanto mengingatkan adanya sejumlah risiko dalam penggunaan ruang digital, seperti hoaks, ujaran kebencian, perundungan dan penipuan daring.
Ia secara khusus mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap informasi palsu mengenai lowongan pekerjaan yang dapat dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.
Karena itu, peserta diminta membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya. Sumber informasi juga perlu ditelusuri dan dibandingkan dengan kanal resmi.
Selain literasi digital, Ofriyanto menekankan pentingnya etika dalam bermedia sosial. Menurutnya, kebebasan menyampaikan pendapat di ruang digital harus disertai tanggung jawab karena setiap unggahan dapat menjadi bagian dari jejak digital dan memengaruhi reputasi seseorang.
Ia juga mendorong pemuda membangun identitas positif melalui karya, prestasi dan kontribusi nyata.
“Bangun citra melalui karya, prestasi dan kontribusi nyata. Konsistensi lebih bernilai daripada popularitas yang bersifat sementara,” pesannya.
Ofriyanto menambahkan, kontribusi pemuda dapat dimulai dari lingkungan sekitar. Di antaranya melalui pembuatan konten edukasi, promosi UMKM, pengenalan destinasi wisata, kegiatan sosial serta kampanye pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Menurutnya, kolaborasi antara pemuda, pemerintah, sekolah, komunitas dan organisasi diperlukan agar pemanfaatan teknologi dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
“Digitalisasi adalah peluang yang harus dimanfaatkan secara bijaksana. Mari menjadi pemuda yang cerdas, kreatif, berintegritas dan berdampak bagi daerah,” ujarnya.
Pelatihan Tunas 1 dan 2 Tidar Bolmong tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bolmong Dony Lumenta, Ketua Tidar Bolmong Dhea Lumenta yang juga Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Fraksi Gerindra, Ketua Gerindra Bolmong Harjono Kalimbe, Sekretaris Tidar Sulut serta anggota Tidar se-Bolmong.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas generasi muda, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan informasi di ruang digital.






