Lanud, 28 April 2026, Tepat pukul 10.00 WITA, aroma yang tercium di area pegunungan Blok Lanud bukan lagi belerang dari air asam tambang, melainkan wangi daun kayu putih yang baru dipetik.
Pada hari menjelang terik itu, 10 jurnalis diajak PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) melihat langsung transisi bekas tambang emas menjadi ruang hijau produktif.
Di Blok Lanud, beberapa titik galian kini perlahan ditumbuhi pepohon.

Meski prosesnya panjang, pihak perusahaan optimistis hutan yang dulu hilang bisa dikembalikan melalui serangkaian rekayasa yang sudah digarap bertahun-tahun.
Menurut Yusri, perwakilan JRBM, proses penghijauan perusahaan emas terbesar di Bolaang Mongondow Raya ini sudah dilakukan sejak fase operasi produksi tahun 2004, berlanjut ke fase pascatambang pada 2020, hingga saat ini.
Namun, ada satu hal yang menarik perhatian: keberadaan pohon kayu putih di tengah beragam jenis tanaman revegetasi lainnya.
Yahrianto, pekerja dari PT Raktar selaku kontraktor reklamasi pihak ketiga JRBM, menyebut pemilihan kayu putih bukan tanpa alasan. “Pohon ini banyak manfaatnya, apalagi untuk area pascatambang seperti Lanud,” ujarnya.
Dari sisi ekosistem, kayu putih membantu merehabilitasi tanah dan menahan erosi. Akarnya yang menyebar kuat mampu mengikat tanah berpasir bekas galian. Serasah daunnya juga menambah bahan organik tanah.
Selain itu, pohon ini turut memperbaiki kualitas air dan udara. Tajuknya yang rimbun menahan debu, sementara akarnya menyaring air larian agar sedimen dan logam tidak langsung terbawa ke sungai.
Yang lebih spesial, kayu putih punya nilai ekonomi menjanjikan di masa depan. Secara ilmiah bernama _Melaleuca cajuputi_, pohon ini sudah bisa dipanen daunnya pada tahun kedua. Siklus panennya pun singkat, hanya 6–12 bulan sekali, tanpa harus menebang pohon.

Setelah dipanen, daun kayu putih dapat diolah menjadi berbagai produk, dari skala UMKM hingga industri: minyak kayu putih, bahan baku kosmetik, antiseptik, hingga aromaterapi.
Berkah dari pohon kayu putih ini tak lepas dari optimisme perusahaan dalam mengubah bekas tambang Lanud menjadi area hijau yang produktif kembali.*




