Bolmong, KB.news- Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Ma’rief Mokodompit, membantah informasi mengenai dugaan pemotongan anggaran perjalanan dinas serta penetapan tarif dana advertorial media oleh oknum di lingkungan instansinya.
Ma’rief menegaskan, informasi tersebut tidak benar. Ia meminta agar setiap informasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan terlebih dahulu diverifikasi melalui konfirmasi kepada pihak terkait dan pemeriksaan bukti pendukung.
Menurut Ma’rief, Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi telah berulang kali mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah agar tidak menyalahgunakan nama pimpinan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Pak Bupati selalu mengingatkan dalam apel bersama agar jangan coba-coba melakukan tindakan yang mengatasnamakan pimpinan, terlebih jika berpotensi menimbulkan persoalan hukum. Siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran akan mendapatkan sanksi tegas,” ujar Ma’rief.
Ia mengatakan, pemerintah daerah tidak membenarkan tindakan yang bertentangan dengan ketentuan hukum. Apabila ditemukan pelanggaran berdasarkan hasil pemeriksaan, pihak yang bersangkutan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai aturan yang berlaku.
Terkait dugaan pemotongan anggaran perjalanan dinas dan penetapan tarif advertorial media, Ma’rief menilai persoalan tersebut perlu dilihat berdasarkan fakta dan dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ia juga mengingatkan bahwa informasi yang belum terverifikasi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, terlebih apabila menyangkut nama pimpinan daerah dan institusi pemerintahan.
Meski demikian, Ma’rief menegaskan bahwa setiap dugaan pelanggaran tetap perlu ditindaklanjuti secara proporsional apabila terdapat bukti yang mendukung.
Di sisi lain, pengawasan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan dinilai tetap penting untuk mendorong transparansi dan akuntabilitas. Karena itu, proses klarifikasi dan pemeriksaan fakta diperlukan agar persoalan dapat dipahami secara utuh.
Ma’rief berharap informasi yang beredar di masyarakat dapat disikapi secara cermat dengan mengedepankan akurasi, verifikasi, dan keberimbangan sebelum kesimpulan diambil.*






