Kelompok Petani Muda Mandiri Poigar Perkuat SDM Lewat Pelatihan Penyambungan Entris

BOLMONG, KabarBMR.News- Kelompok Petani Muda Mandiri Poigar kembali sukses menggelar pelatihan penyambungan entris bibit kakao bagi anggotanya.

Adapun pelatihan yang berlangsung berlangsung pada Sabtu, 13 Desember 2025 kemarin ini berlangsung di 5 zona dan diikuti 200 anggota yang berasal dari 20 desa di Kecamatan Poigar

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan ini, Rudi Simbala selaky ketua Kelompok berterimakasi kepada bapak Arman Mamonto selaku pembina dan perintis Komunitas Petani Muda Mandiri Poigar, Bapak Akbar Damopolii dan Bapak Kindangen selaku peneliti BRIN yang telah membantu dan mengsuport para petani sejuah ini.

Menurut Rudi, pelatihan penyambungan entris untuk 10 ribu tanaman kakao ini bakal menjadi awal dari kemajuan dunia pertanian di Poigar maupun di Bolaang Mongondow (Bolmong).

“Saya berterimakasih kepada para anggota kelompok dan terlebih bapak Akbar Damopolii serta Kindangen yang telah membantu memberikan pelatihan kepada para petani muda Poigar. Pelatihan ini juga bakal menjadi langkah awal dalam memajukan dunia pertanian di Poigar,” ungkapnya.

Disisi lain anggota legislatif Fraksi PKB DPRD Bolmong ini menyebut ini pelatihan ini adalah bukti bahwa anak muda yang selama ini di anggap tidak lagi mau terjun ke dunia pertanian terbantahkan.

Sebab dunia pertanian tutur Arman sangatlah menjanjikan, dan oleh itu dirinya bersama para petani lainnya mencoba mengajak dan mengarahkan anak anak muda untuk bertana.

“Saya dan teman-teman berkomitmen agar kedepan lewat komunitas ini dapat melahirkan para petani muda cerdas dan modern. Terlebih saat ini dunia pertanian punya peluang yang menjanjikan bagi anak yany inggin terjun kedalamnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arman dan para petani lainnya berkomitmen kedepan dapat melahirkan pertanian yang terintegrasi dengan ppeternakan.

Kendati masih banyak kendala dalam mengembangkan pertanian dari sisi sarana prasarana dan SDM nya maka darii itu ia berharap pemerintah dalam hal ini dinas pertanian dan perkebunan dapat mengsupport kelompok ini.

“Kami berharap juga kedepannya dapat mengintegrasikan pertanian dan pertenakan lewat kelompok ini. Meskipun banyak kendala kami tetapi berusaha semaksimal mungkin dan oleh sebab itu suport dari pemerintah sangat dibutuhkan,” pungkasnya.*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *