Bolmong, KB.news- Warga Desa Poopo, Kecamatan Passi Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), bersama warga Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, sepakat mengakhiri pertikaian yang sempat terjadi di antara kedua wilayah.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Damai dan Komitmen Bersama di Balai Desa Poopo Selatan pada Rabu, 30 September 2026.
Deklarasi itu menjadi momentum rekonsiliasi bagi kedua pihak sekaligus menegaskan komitmen untuk menjaga keamanan dan hubungan kekeluargaan di wilayah perbatasan Kabupaten Bolmong dan Kota Kotamobagu.
Prosesi perdamaian tersebut turut disaksikan Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi, Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib, Wakil Wali Kota Kotamobagu Rendi Mangkat, serta jajaran Forkopimda dan unsur pemerintah dari kedua daerah.
Dalam kesepakatan yang ditandatangani perwakilan masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan keluarga kedua pihak, terdapat delapan komitmen yang menjadi dasar untuk menjaga perdamaian.
Kedua pihak sepakat menghentikan segala bentuk pertikaian, kekerasan, permusuhan maupun tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Setiap persoalan yang muncul ke depan akan diselesaikan melalui komunikasi, musyawarah dan mekanisme hukum yang berlaku. Warga juga sepakat tidak melakukan aksi balasan, penghadangan, provokasi ataupun membawa senjata yang berpotensi memicu konflik baru.
Perhatian khusus diberikan kepada generasi muda. Masyarakat diimbau tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama informasi yang beredar melalui media sosial.
Selain itu, kedua pihak memberikan jaminan keamanan bagi warga yang melintas maupun beraktivitas di wilayah Poopo dan Upai. Pemerintah bersama aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh pemuda juga akan memperkuat komunikasi untuk mencegah munculnya kembali persoalan di lapangan.
Hubungan kekeluargaan yang selama ini telah terjalin juga menjadi bagian penting dalam deklarasi tersebut. Perbedaan wilayah administratif tidak boleh menjadi alasan untuk memutus hubungan persaudaraan antarwarga.
Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi mengatakan perdamaian yang telah disepakati bukan sekadar seremoni, tetapi harus menjadi komitmen yang dijaga bersama oleh seluruh masyarakat.
“Jangan lagi kita melihat persoalan ini sebagai masalah Poopo dan Upai. Kita semua adalah satu keluarga. Karena itu, mari kita saling memaafkan dan membuka lembaran baru,” kata Yusra.
Menurutnya, seluruh pihak harus menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum diketahui kebenarannya.
“Jangan sampai ada informasi di media sosial yang kemudian kita percaya begitu saja dan akhirnya memicu kembali persoalan. Kalau ada masalah, mari kita komunikasikan dan selesaikan secara baik-baik,” ujarnya.
Yusra juga meminta tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda ikut mengambil peran dalam menjaga suasana damai yang telah tercipta.
“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana kita menjaga perdamaian ini. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar tidak ada lagi kejadian yang mengganggu keamanan dan ketenteraman,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib menyambut baik tercapainya kesepakatan damai tersebut.
Weny mengajak masyarakat Poopo dan Upai menghilangkan rasa saling curiga serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban.
“Perdamaian ini harus kita rawat bersama. Jangan ada lagi rasa saling curiga dan jangan ada lagi tindakan yang dapat membuka kembali persoalan yang sudah kita selesaikan hari ini,” kata Weny.
Ia berharap rekonsiliasi yang telah dilakukan dapat menjadi momentum bagi kedua wilayah untuk menyelesaikan setiap persoalan melalui jalur damai.
“Kalau ada persoalan, mari kita duduk bersama. Jangan diselesaikan dengan emosi, apalagi dengan tindakan yang bisa merugikan masyarakat luas,” ujarnya.
Weny juga menilai suasana yang kondusif akan memberikan ruang yang lebih besar bagi pemerintah untuk menjalankan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan kondisi yang aman dan damai, pemerintah bisa lebih fokus membangun daerah. Masyarakat juga bisa beraktivitas dengan tenang dan anak-anak muda kita dapat tumbuh dalam lingkungan yang lebih baik,” katanya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin Pdt. Witlem Pandelaki, dilanjutkan laporan Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bolaang Mongondow Deker Rompas serta penyampaian arahan dari kedua kepala daerah.
Suasana semakin mengharukan ketika tokoh masyarakat dan pemuda dari Poopo dan Upai saling berjabat tangan dan berpelukan. Momen tersebut menjadi simbol berakhirnya pertikaian sekaligus awal dari upaya mempererat kembali hubungan antarwarga.
Melalui deklarasi tersebut, masyarakat kedua wilayah diharapkan mampu menjaga komitmen perdamaian dan mengarahkan semangat generasi muda pada kegiatan yang produktif demi kemajuan daerah.*






