Bolmong, KB.news- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, telah berdampak pada lahan seluas 388 hektare.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong, Kecamatan Lolak menjadi wilayah dengan luasan terdampak paling besar.
Dari total luasan tersebut, Lolak mencatat 154,9 hektare, disusul Kecamatan Poigar dengan 85,6 hektare dan Sang Tombolang sebanyak 76 hektare.
Kecamatan Bolaang berada di urutan berikutnya dengan 35,5 hektare. Sementara itu, luas lahan terdampak di Dumoga tercatat 13,8 hektare, Lolayan 8,2 hektare, Dumoga Timur 7 hektare, Bolaang Timur 4,5 hektare, Dumoga Utara 1,5 hektare, dan Dumoga Tengah 1 hektare.
Di Kecamatan Lolak, kebakaran tersebar di sejumlah desa. Desa Tandu mencatat luasan terdampak 24 hektare, diikuti Pinogaluman 18 hektare, Lalow 16,5 hektare, dan Totabuan 15 hektare.
Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Bolmong telah merespons dengan memperkuat koordinasi lintas sektor yang dipimpin Sekretaris Daerah Bolmong, Abdullah Mokoginta.
Adapun rapat koordinasi yang digelar pada Rabu, 14 Oktober 2026 ini melibatkan BPBD, para camat, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perkebunan, Dinas Pertanian, dan Satpol PP.
Rapat tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan, meningkatkan pemantauan wilayah rawan, dan mempercepat pelaporan titik api.
Di tengah kondisi tersebut, peran pemerintah kecamatan, desa, dan masyarakat juga diperlukan untuk membantu pengawasan wilayah rawan dan segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran.
Meski demikian, rekapitulasi BPBD yang tersedia belum merinci penyebab kebakaran dan status pemadaman di setiap lokasi. Perkembangan penanganan masih perlu dikonfirmasi kepada instansi terkait.*






