Kotamobagu, KB.news- Kabar baik bagi pengguna kendaraan listrik di Bolaang Mongondow Raya (BMR). Kekhawatiran kehabisan daya di tengah perjalanan kini terjawab.
Perusahaan Listrik Negara (PLN) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kotamobagu resmi mengoperasikan tujuh Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di wilayah BMR.
Ketujuh titik SPKLU tersebut berada di Kantor UP3 Kotamobagu, Kantor Unit Layanan Pelanggan (ULP) Modayag, Kantor Jaga Kotabunan, ULP Imandi, ULP Inobonto, ULP Molibagu, Kantor Jaga Bintauna, dan ULP Bolaang Mongondow Utara (Bolmut).
Adapun sejarah pembangunan SPKLU di BMR sendiri dimulai dari Kantor UP3 Kotamobagu pada awal tahun 2024. Saat itu, PLN pertama kali menghadirkan SPKLU dengan kapasitas 7 kW sebagai pilot project untuk melayani pengguna kendaraan listrik yang masih terbatas.
Disisi lain, Bagian Keuangan dan Umum PLN UP3 Kotamobagu, Holino Makarawung, mengatakan, kehadiran SPKLU ini merupakan wujud komitmen PLN dalam mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, khususnya di BMR.
“Ini adalah bentuk dukungan nyata PLN terhadap program pemerintah. Kami ingin memastikan pengguna kendaraan listrik di BMR merasa aman dan nyaman saat beraktivitas,” ujar Holino.
Ia menambahkan, penempatan SPKLU di kantor-kantor layanan PLN sengaja dilakukan agar mudah dijangkau dan diawasi selama 24 jam. Untuk tarif pengisian sendiri, saat ini masih mengikuti regulasi pemerintah sebesar Rp2.466 per kWh.
“Kami sebar di 7 titik strategis, jadi dari Kotamobagu sampai Bolmut dan Modayag semua ter-cover. Masyarakat cukup buka aplikasi PLN Mobile, cari SPKLU terdekat, dan bisa langsung melakukan pengisian. Tarifnya Rp2.466 per kWh dan kami pastikan operasionalnya 24 jam,” jelasnya.
Lebih lanjut, Holino berharap dengan hadirnya infrastruktur ini, animo masyarakat untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan semakin meningkat.
“Kami melihat tren pengguna EV di BMR mulai tumbuh. Dengan infrastruktur yang siap, kami optimis transisi energi bersih di BMR bisa berjalan lebih cepat. Ini juga untuk mengurangi emisi dan biaya operasional masyarakat,” tutupnya.
Dan dengan hadirnya fasilitas ini, diharapkan dapat mendorong minat masyarakat BMR untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan.*






