Dinkes Bolmong Optimalkan QRIS, Layanan Kesehatan Makin Modern

Bolmong, KB.news- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) terus memperkuat transformasi layanan publik melalui inovasi digital.

Salah satu terobosan yang dilakukan adalah penerapan sistem pembayaran retribusi pelayanan kesehatan menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

Bacaan Lainnya

Inovasi ini mulai diperkenalkan pada tahun 2024 sebagai upaya mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran layanan kesehatan. Kehadiran QRIS menjadi “jembatan” digital yang memungkinkan proses transaksi berlangsung lebih praktis, efisien, dan transparan, sekaligus tercatat secara otomatis dalam sistem keuangan.

Berdasarkan data realisasi Dinas Kesehatan Bolmong, implementasi pembayaran retribusi pelayanan kesehatan secara digital melalui QRIS menunjukkan perkembangan positif.

Pada tahun 2025, kontribusi pembayaran melalui QRIS telah mencapai 13 persen dari total transaksi retribusi. Capaian ini meningkat signifikan mengingat pada tahun sebelumnya metode pembayaran digital tersebut belum tersedia.

Kepala Dinkes Bolmong, I Ketut Kolak, menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan publik sekaligus mengikuti perkembangan teknologi.

“Penerapan QRIS ini menjadi langkah strategis untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran layanan kesehatan. Selain praktis, sistem ini juga menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus mendorong optimalisasi penggunaan pembayaran digital di seluruh fasilitas kesehatan di wilayah Bolmong.

“Kami akan terus melakukan sosialisasi dan penguatan sistem agar ke depan penggunaan QRIS dapat meningkat lebih signifikan dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.

Pihak Dinkes menilai, penggunaan QRIS tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat, tetapi juga membantu meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

Selain itu, sistem ini mampu meminimalisir potensi kesalahan pencatatan serta mempercepat proses pelaporan.

Dengan adanya inovasi ini, diharapkan pelayanan kesehatan di Bolmong semakin modern, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di era digital.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *