Temui Pimpinan BGN, Wabup Bolmong Siap Perkuat Implementasi Program MBG

Bolmong, KB.news- Wakil Bupati (Wabup) Bolaang Mongondow (Bolmong), Dony Lumenta, melakukan kunjungan kerja ke kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta dalam rangka mempercepat implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintah pusat.

Dalam pertemuan tersebut, Wabup Dony Lumenta diterima langsung oleh Wakil Kepala BGN, Irjen Pol. (Purn.) Sony Sonjaya. Pertemuan ini turut dihadiri sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia yang memiliki komitmen serupa dalam menyukseskan program MBG.

Bacaan Lainnya

Fokus pembahasan mencakup kesiapan teknis pelaksanaan program, khususnya dalam memastikan seluruh anak sekolah di Kabupaten Bolaang Mongondow dapat segera menerima manfaat makanan bergizi secara merata.

Pada kesempatan ini, Wabup menegaskan bahwa aspek distribusi menjadi salah satu kunci utama keberhasilan program ini, mengingat kondisi geografis wilayah yang cukup menantang.

“Kami ingin memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis ini benar-benar dirasakan seluruh anak-anak di Bolmong tanpa terkecuali. Karena itu, sistem distribusi harus dirancang secara matang agar menjangkau hingga ke wilayah terpencil,” ujar Dony Lumenta.

Selain distribusi, aspek pengawasan juga menjadi perhatian serius dalam pertemuan tersebut. Wabup menyatakan komitmennya untuk turut berperan aktif sebagai bagian dari satuan tugas pengawasan di tingkat daerah.

“Kami di daerah siap menjadi garda terdepan dalam pengawasan. Mulai dari kualitas bahan makanan, proses pengolahan yang higienis, hingga kesesuaian standar gizi harus benar-benar terjaga,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan bahan baku lokal dalam mendukung pelaksanaan program tersebut.

“Program ini juga harus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. Kita dorong penggunaan bahan pangan dari petani dan peternak lokal Bolmong, sehingga selain meningkatkan gizi anak, juga menggerakkan ekonomi daerah,” tambahnya.

Pertemuan ini juga menjadi ruang diskusi antar kepala daerah dalam bertukar pengalaman terkait tantangan geografis dan logistik di masing-masing wilayah.

Diharapkan, sinergi yang terbangun dapat menghasilkan model distribusi yang efektif, efisien, dan berkelanjutan dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis secara nasional.*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *